![]() |
| Foto: KH Tijani Robert Saifunnawas. |
Kediri, Ngawimadang.com - KH Hamim Thohari Djazuli kembali dikenang dalam peringatan Haul ke-34 yang digelar di Kediri pada 30 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, KH Tijani Robert Saifunnawas menyampaikan tausiyah tentang pentingnya Majlis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin sebagai jalan memperbaiki diri sekaligus bekal menuju akhirat.
Di hadapan jamaah, Gus Robert menyebut majlis semaan Al-Qur’an sebagai majlis yang agung. Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyabdakan majlis seperti itu sebagai taman-taman surga.
Menurutnya, gerakan amaliyah yang didirikan Gus Miek bukan sekadar rutinitas membaca Al-Qur’an dan berdzikir bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki tujuan besar untuk membentuk pribadi yang mau melakukan koreksi diri hingga menjadi manusia yang tahu diri di hadapan Allah SWT.
“Tujuan Gus Miek mendirikan kegiatan praktikum seperti ini adalah membentuk pribadi yang mau koreksi diri sampai menjadi orang yang tahu diri,” ujar Gus Robert dalam tausiyahnya.
Ia menjelaskan, melalui semaan Al-Qur’an, seseorang diajak belajar mengenal dirinya sendiri. Dari proses itulah manusia diharapkan mampu semakin dekat dan mengenal Allah SWT.
Gus Robert juga mengingatkan tentang kemuliaan orang-orang yang mencintai Al-Qur’an. Ia menuturkan bahwa kelak di hari kiamat, Al-Qur’an akan datang memberikan syafaat kepada para pembacanya dan orang-orang yang istiqamah mencintainya.
“Tatkala manusia membutuhkan bantuan syafaat di hari itu, Al-Qur’an akan mendatangi orang-orang yang ahli membaca Al-Qur’an dan cinta kepada Al-Qur’an,” tuturnya di hadapan jamaah haul.
Selain membahas pentingnya mencintai Al-Qur’an, Gus Robert turut mengajak masyarakat untuk tidak hanya sibuk memikirkan kehidupan dunia. Menurutnya, manusia sering kali terlalu fokus menyusun rencana jangka panjang untuk urusan duniawi, namun lupa mempersiapkan kehidupan akhirat yang kekal.
Ia menegaskan bahwa masa depan akhirat harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan setiap manusia. Sebab, kehidupan di akhirat merupakan kehidupan abadi tanpa batas waktu.
“Kita tetap harus mendahulukan dan memikirkan masa depan akhirat. Kita harus yakin bahwa akhirat adalah tujuan akhir manusia,” katanya.
Haul Gus Miek sendiri setiap tahun menjadi momentum berkumpulnya ribuan jamaah dari berbagai daerah untuk mengikuti semaan Al-Qur’an, dzikir, dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan dakwah Gus Miek.
Sekarang jadi Makin Tahu Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar