![]() |
| Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berdampak pada naiknya harga oli dan onderdil sepeda motor di Kabupaten Ngawi. Muhamad Miftakul Falakh |
Ngawi, Ngawimadang.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor otomotif. Harga oli mesin dan onderdil sepeda motor di Kabupaten Ngawi terpantau mengalami kenaikan signifikan sejak pertengahan Mei 2026.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pemilik bengkel maupun konsumen jasa reparasi kendaraan. Harga oli mesin disebut naik rata-rata 20 hingga 30 persen dibanding sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah suku cadang, termasuk ban sepeda motor.
Sabna Novitasari, admin salah satu bengkel sepeda motor di Ngawi, mengatakan kenaikan harga oli dan onderdil membuat konsumen mulai mengurangi perawatan kendaraan yang dianggap tidak mendesak.
Menurutnya, pelanggan kini lebih memilih fokus pada kebutuhan utama seperti penggantian oli rutin dibanding memperbaiki komponen lain yang masih dianggap layak pakai.
“Sebelumnya memang pernah ada kenaikan harga suku cadang dan oli, tetapi tidak sesignifikan sekarang. Konsumen akhirnya juga pilah-pilih dalam perawatan sepeda motor,” kata Sabna, Rabu (3/6/2026).
Sabna menjelaskan, kenaikan harga oli terjadi bervariasi tergantung merek dan jenisnya. Oli standar yang sebelumnya dijual di kisaran Rp30 ribuan kini naik menjadi sekitar Rp38 ribu per botol.
Sementara oli kualitas menengah yang sebelumnya berkisar Rp52 ribu kini mencapai Rp75 ribu. Adapun oli kualitas premium naik dari sekitar Rp95 ribu menjadi Rp110 ribu.
Tak hanya oli, sejumlah onderdil sepeda motor juga mengalami kenaikan harga. Mulai dari busi, aki, hingga ban luar sepeda motor.
Harga ban luar jenis tubeless yang sebelumnya sekitar Rp290 ribu kini mencapai Rp320 ribu. Sedangkan harga busi naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu.
“Selain oli mesin, onderdil motor juga naik seperti aki, busi, dan ban luar. Dampaknya jelas, konsumen hanya mengganti bagian yang benar-benar penting karena harganya sama-sama naik,” jelasnya.
Sementara itu, Mustofa, seorang pedagang roti keliling yang sehari-hari bergantung pada sepeda motor untuk bekerja, mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut.
Menurutnya, biaya perawatan kendaraan kini semakin membebani, terlebih motor yang digunakannya sudah berusia tua sehingga membutuhkan perawatan lebih sering.
“Tentu sangat berat. Apalagi sepeda motor saya usianya sudah tua, jadi harus sering ganti oli. Harapannya pemerintah bisa segera menstabilkan harga oli dan onderdil sepeda motor,” ujarnya.
Penulis: Muhammad Miftakul Falakh
Sekarang jadi Makin Tahu Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar