![]() |
| Foto: Ilustrasi |
Ngawi, Ngawimadang.com - Keluhan mengenai kondisi kerja di salah satu pabrik di wilayah Ngawi kembali mencuat di media sosial. Sebuah unggahan di Facebook yang berisi curhatan seorang warga soal jam kerja yang dinilai “molor terus” dan dianggap menekan para pekerja, ramai dibagikan dan memunculkan diskusi hangat di kalangan warganet.
Dalam unggahan tersebut, warga menyampaikan bahwa jam kerja di pabrik yang disebut di daerah Dung Glagah diduga kerap melebihi batas waktu yang seharusnya. Bahkan, lembur yang diberikan disebut semakin menambah tekanan karena durasinya turut bertambah panjang.
“Info pabrik Dung Glagah kok jam kerjane molor terus, bahkan setiap hari pasti molor jam kerjanya. Jika ada lembur, pasti lebih molor lagi. Jamnya sangat menekan para pekerja buruh,” tulis akun tersebut dalam curhatannya. Ia juga mempertanyakan apakah tidak ada pengawasan dari pemerintah untuk melindungi para buruh.
Unggahan itu kemudian mengundang respons dari para pekerja lain yang mengaku memiliki pengalaman serupa. Mereka berharap kondisi tersebut mendapatkan perhatian serius dan ada tindak lanjut dari pihak terkait.
Curhatan tersebut juga menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya soal “cocok atau tidak cocok kerja”, tetapi lebih kepada kesejahteraan dan perlindungan bagi para buruh. “Kami sebagai buruh merasa sangat tertekan. Bukan masalah cocok kerja atau tidak, tapi demi kesejahteraan para buruh, apa yang perlu kami lakukan?” tulisnya dalam penutup.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan terkait dugaan jam kerja yang melebihi aturan. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, dapat melakukan pengecekan sekaligus memberikan kepastian mengenai perlindungan hak-hak pekerja sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketenagakerjaan agar pekerja mendapatkan kondisi kerja yang adil, layak, dan sesuai aturan. Pemerintah dan perusahaan diharapkan dapat membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan ini secara konstruktif demi terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan sejahtera.
Sehingga jadi Makin Tahu Indonesia.

