Metode Pemantauan Aktivitas Fisik Untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Kabupaten Ngawi -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Metode Pemantauan Aktivitas Fisik Untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Kabupaten Ngawi

Jumat, 05 Juni 2026 | Juni 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T09:15:37Z

 

Tim Dosen Universitas Negeri Surabaya gelar pengabdian masyarakat di Kabupaten Ngawi.

Ngawi, Ngawimadang.com - Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah melaksanakankegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) denganmenerapkan metode monitoring menggunakan perangkat*wearable* dan aplikasi mobile.


Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Beran, Ngawi inibertujuan meningkatkan kualitas pembinaan atlet yang selamaini masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi denganteknologi. Ketua tim PkM, Muhammad Asrul Sidik, menjelaskan bahwa permasalahan utama yang dihadapi mitraadalah keterbatasan pelatih dalam memantau beban latihansecara objektif dan berkelanjutan.


Pelatih dan atlet diajak untuk mempraktikkan langsungpenggunaan teknologi *wearable* yang mampu merekamparameter aktivitas fisik seperti intensitas latihan, durasi, denyut jantung, jumlah langkah, hingga estimasi bebaninternal secara otomatis. Data yang terkumpul kemudiandiinterpretasikan untuk menyesuaikan program latihan sesuaikondisi fisiologis masing-masing atlet.


Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi pelatih terkait monitoring latihan, konsistensipengisian data, serta kemampuan membaca dan memanfaatkan informasi dari perangkat *wearable*. Para atlet pun mulai terbiasa melakukan *self-monitoring* terhadap kondisi tubuh sebelum dan sesudah latihan.

Salah satu pelatih KONI Ngawi mengaku terbantu denganadanya sistem monitoring ini. "Sekarang kami bisa melihatdata objektif perkembangan atlet setiap hari. Intensitas latihanbisa disesuaikan dengan kondisi nyata atlet, tidak hanyaperkiraan," ungkapnya.

 

Kegiatan yang didanai oleh LPPM Unesa ini juga menghasilkan panduan teknis pemantauan aktivitas fisik yang dapat digunakan sebagai acuan keberlanjutan program. Tim PkM berharap sistem monitoring yang telah diterapkan dapatdiadopsi secara mandiri oleh mitra dan direplikasi pada komunitas olahraga lainnya di Indonesia.

 

"Integrasi antara teknologi *wearable*, edukasi pelatih, dan pendampingan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalammembangun sistem monitoring performa yang efektif dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan upaya modernisasipembinaan atlet berbasis data," tutup Muhammad Asrul Sidik.



Sekarang jadi Makin Tahu Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update