![]() |
| Tim Dosen Universitas Negeri Surabaya gelar pengabdian masyarakat di Kabupaten Ngawi. |
Ngawi, Ngawimadang.com - Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah melaksanakankegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) denganmenerapkan metode monitoring menggunakan perangkat*wearable* dan aplikasi mobile.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Beran, Ngawi inibertujuan meningkatkan kualitas pembinaan atlet yang selamaini masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi denganteknologi. Ketua tim PkM, Muhammad Asrul Sidik, menjelaskan bahwa permasalahan utama yang dihadapi mitraadalah keterbatasan pelatih dalam memantau beban latihansecara objektif dan berkelanjutan.
Pelatih dan atlet diajak untuk mempraktikkan langsungpenggunaan teknologi *wearable* yang mampu merekamparameter aktivitas fisik seperti intensitas latihan, durasi, denyut jantung, jumlah langkah, hingga estimasi bebaninternal secara otomatis. Data yang terkumpul kemudiandiinterpretasikan untuk menyesuaikan program latihan sesuaikondisi fisiologis masing-masing atlet.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi pelatih terkait monitoring latihan, konsistensipengisian data, serta kemampuan membaca dan memanfaatkan informasi dari perangkat *wearable*. Para atlet pun mulai terbiasa melakukan *self-monitoring* terhadap kondisi tubuh sebelum dan sesudah latihan.
Salah satu pelatih KONI Ngawi mengaku terbantu denganadanya sistem monitoring ini. "Sekarang kami bisa melihatdata objektif perkembangan atlet setiap hari. Intensitas latihanbisa disesuaikan dengan kondisi nyata atlet, tidak hanyaperkiraan," ungkapnya.
Kegiatan yang didanai oleh LPPM Unesa ini juga menghasilkan panduan teknis pemantauan aktivitas fisik yang dapat digunakan sebagai acuan keberlanjutan program. Tim PkM berharap sistem monitoring yang telah diterapkan dapatdiadopsi secara mandiri oleh mitra dan direplikasi pada komunitas olahraga lainnya di Indonesia.
"Integrasi antara teknologi *wearable*, edukasi pelatih, dan pendampingan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalammembangun sistem monitoring performa yang efektif dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan upaya modernisasipembinaan atlet berbasis data," tutup Muhammad Asrul Sidik.
Penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being melalui upaya pemantauan aktivitas fisik yang dapat mendukung kebugaran, kesehatan, dan peningkatan prestasi atlet.
Penerapan metode pemantauan aktivitas fisik secara sistematis diharapkan dapat membantu pelatih dan atlet dalam mengoptimalkan program latihan berdasarkan kondisi dan kebutuhan individu.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Quality Education melalui pengembangan pengetahuan dan keterampilan berbasis ilmu keolahragaan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pelatih, atlet, dan pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Ngawi.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan berprestasi.
Sekarang jadi Makin Tahu Indonesia.
