Adu Argumen Aktivis 98: Fahri Hamzah vs. Feri Amsari Soal Aksi Mahasiswa dan Arah Pemerintahan Prabowo -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Adu Argumen Aktivis 98: Fahri Hamzah vs. Feri Amsari Soal Aksi Mahasiswa dan Arah Pemerintahan Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 | Juni 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T08:33:27Z

 

Foto program Rosi Kopas TV.

Jakarta, Ngawimadang.com - Menjelang aksi unjuk rasa mahasiswa yang rencananya akan digelar pada Jumat, 12 Juni 2026, program Rosi di Kompas TV menghadirkan dua tokoh aktivis 98 dengan pandangan berseberangan: Fahri Hamzah, yang kini berada di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dan Feri Amsari, aktivis pro-demokrasi yang tetap kritis dari luar pemerintahan.


Dalam diskusi tersebut, ketegangan argumen muncul terkait penilaian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilai mahasiswa telah menyimpang dan membuat kehidupan rakyat makin sulit.


Pandangan Kritis Feri Amsari: "Reformasi Jilid Kedua"


Feri Amsari menilai bahwa kekecewaan publik saat ini bukanlah fenomena sesaat, melainkan akumulasi dari ketidakpuasan selama 1,5 tahun pemerintahan berjalan. 


Feri menyoroti sejumlah isu krusial yang memantik keresahan mahasiswa, di antaranya:


• Indikasi kembalinya militeristik: Masuknya peran militer dan kepolisian ke ruang-ruang sipil yang dianggap mencederai semangat reformasi.


• Kebijakan yang tidak tepat sasaran: Feri menyoroti kebijakan ekonomi, termasuk polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi koruptif dan membebani anggaran, serta mahalnya biaya pendidikan (UKT).


• Peran DPR yang melemah: Feri berpendapat bahwa DPR saat ini gagal menjalankan fungsi penyeimbang (check and balance) terhadap eksekutif.


Feri menekankan bahwa aksi mahasiswa adalah alarm bagi pemerintah yang sedang "terpeleset". Ia menuntut pemerintah melakukan perbaikan nyata, seperti merampingkan kabinet yang gemuk dan kembali kepada cita-cita reformasi konstitusi yang sejati, bukan sekadar pidato yang dinilai tidak solutif.


Pembelaan Fahri Hamzah: Transformasi Besar-besaran


Di sisi lain, Fahri Hamzah meyakini bahwa Presiden Prabowo sedang menjalankan agenda transformasi besar-besaran untuk mengubah arah Indonesia menjadi negara kuat. Fahri berpendapat:


• Niat Baik Presiden: Fahri menegaskan bahwa Prabowo memiliki visi untuk mengakhiri kebocoran korupsi, perampokan sumber daya alam, dan memutus rantai ketimpangan ekonomi.


• Menolak Romantisme Masa Lalu: Fahri menilai mahasiswa dan pihak pengkritik terjebak dalam romantisme masa lalu dan salah paham terhadap gaya komunikasi Prabowo.


• Ruang Partisipasi: Fahri menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo terbuka terhadap kritik (whistle blowing) dan tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum, termasuk orang di sekitar presiden.


Menjaga Demokrasi Meski berbeda posisi, kedua tokoh sepakat bahwa aksi demonstrasi adalah hak dasar warga negara dalam demokrasi. Fahri melihat aksi mahasiswa sebagai alarm yang baik agar pemerintah lebih peka terhadap dinamika masyarakat. 


Sementara Feri menegaskan bahwa peran aktivis di luar pemerintahan adalah untuk terus mengingatkan pemerintah agar tidak melenceng dari mandat konstitusional.


"Negara dengan jumlah orang kritis yang banyak adalah negara yang akan lebih maju," ujar Fahri Hamzah, yang diamini oleh Feri Amsari sebagai bentuk pengingat agar bangsa Indonesia tetap berada di jalur yang benar.


Sumber Video: https://youtu.be/oBI5xUrGghs

×
Berita Terbaru Update