Kangsantri Diluncurkan di Puncak Hari Santri 2026, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren di Ngawi -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kangsantri Diluncurkan di Puncak Hari Santri 2026, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren di Ngawi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T23:32:38Z


Peringatan hari Santri Nasional di Pendopo Widya Graha Ngawi.

Ngawi, Ngawimadang.com – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Ngawi menjadi momentum peluncuran pasar digital Kangsantri, sebuah inovasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi untuk memperluas pemasaran produk unggulan pondok pesantren. Peluncuran tersebut berlangsung di Pendopo Wedya Graha, Rabu (21/10/2026) malam, disaksikan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.


Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bersama Kemenag dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ngawi ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ony Anwar Harsono mengapresiasi sinergi lintas lembaga dalam memperkuat peran santri, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.


Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.


“Santri harus menjadi garda terdepan menjaga kondusivitas wilayah serta membentengi generasi muda dari ancaman sosial seperti hoaks, radikalisme, hingga perpecahan bangsa,” tegasnya.


Selain memperkuat peran santri dalam kehidupan sosial dan kebangsaan, peringatan HSN 2026 juga dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pemanfaatan teknologi digital.


Kemenag Ngawi memperkenalkan aplikasi Kangsantri, singkatan dari Kemenag Ngawi untuk Pesantren Ngawi. Platform tersebut disiapkan sebagai sarana pemasaran produk unggulan dari 82 pondok pesantren di Kabupaten Ngawi.


Kepala Kemenag Ngawi, Moh. Ersat, menjelaskan bahwa pengembangan Kangsantri merupakan salah satu bentuk implementasi program Asta Protas. Melalui platform ini, produk hasil usaha pesantren diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang pengembangan usaha di lingkungan pondok.


“Tujuannya murni agar pesantren mandiri secara ekonomi dan memunculkan kewirausahaan di lingkungan pondok,” tuturnya.


Kehadiran Kangsantri diharapkan mampu mempertemukan potensi usaha pesantren dengan kebutuhan pasar. Dengan dukungan pemasaran digital, produk-produk yang dihasilkan oleh santri maupun unit usaha pondok pesantren memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat.


Agar pemanfaatan Kangsantri berjalan optimal, Pemkab Ngawi bersama Kemenag Ngawi berkomitmen mengadakan bimbingan teknis secara rutin bagi pengurus pondok pesantren.


Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan pengelola pesantren dalam memanfaatkan platform digital, mengembangkan pemasaran, serta mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki.


Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kemenag ini diharapkan tidak berhenti pada peluncuran aplikasi, tetapi berlanjut melalui pendampingan yang terarah dan berkesinambungan.


Dengan demikian, Kangsantri diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis pesantren di Kabupaten Ngawi, sekaligus memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan daerah.


Peluncuran platform ini juga menegaskan bahwa semangat Hari Santri Nasional tidak hanya diwujudkan melalui penguatan nilai keagamaan dan nasionalisme, tetapi juga melalui upaya konkret membangun kemandirian ekonomi serta mendorong santri menjadi bagian dari kemajuan Indonesia.




Penulis: Ilham Wibowo

Editor: Tim Ngawimadang.com


Sekarang jadi Makin Tahu Indonesia.




×
Berita Terbaru Update